Pernyataan Hoax Yang Sebenarnya Hoax Membuat Resah

Hoax seakan menjadi sebuat Trending Topik di jagat Media, baik media masa maupun media sosial. Bahkan akhir tahun 2015 polisi sudah menyatakan akan mengusut dan akan diancam dihukum 6 tahun penjara.

“Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Besar Rikwanto melalui pesan pendek kepada wartawan, Minggu, 20 November 2016.

Dia menjelaskan, pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.”Republika.co.id

Kembali kita mendengar mengenai penulis buku Jokowi Undercover dan berikut pernyataan Dosen di Universitas Indonesia, Rocky Gerung :

Rocky menyatakan pemerintah bisa menjadi sumber hoax. Dia mengritisi Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa buku Jokowi Undercover tidak ilmiah. Padahal, buku tersebut belum dibahas secara ilmiah. “Yang menentukan buku itu ilmiah atau tidak adalah akademisi,” katanya. Sementara, buku itu belum pernah dan dilarang dibahas di kampus.

Karena itu, dia menganggap pernyataan presiden tersebut sebagai hoax yang menjalar dari pemerintah. “Jadi Anda lihat bahwa, bahkan presiden menyebar hoax itu. Dari sudut pandang definisi lho,” kata Rocky disambut tepuk tangan.

Dia melanjutkan, Menurut Rocky, rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah menyatakan ada hoax. “Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky.

Rocky juga menilai pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong, seperti intelijen, data statistik, dan media. “Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” kata Rocky. Republika.co.id.

Kasus mengenai serbuan tenaga kerja cina ke Indonesia yang ditanggapi enteng oleh Presiden Jokowi dan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri:

Secara logika pun tidak mungkin banyak tenaga kerja dari China, Amerika, dan Eropa yang mau bekerja di Indonesia. Sebab, gaji di negara tersebut jauh lebih baik ketimbang di Indonesia. “Mana mau mereka ke sini dengan gaji yang lebih kecil. Ini saya sampaikan agar jangan sampai rumor berkembang di mana-mana,” kata Jokowi seperti dilansir News.Viva.Co.id.

Dari sekitar 21 ribu TKA asal China, apakah ada pekerja kasarnya?
Tidak ada. Jadi di dalam aturan ketenagakerjaan kita, yang bisa diduduki oleh TKA itu hanya pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya profesional. Kalau pekerja kasar gak ada dan gak boleh. Jadi kalau levelnya jabatan yang bisa kita kasih izin itu seperti komisaris, direksi, kemudian teknisi ahli, manajer. Intinya beberapa jabatan itu memerlukan skill dan profesional. Kata M. Hanif Dhakiri seperti dilansir Republika.co.id

coba saksikan video berikut :

Baca Juga :   #PahlawanMasaKini....

Silakan baca juga : Imigrasi Bogor Amankan Belasan tenaga Kerja Ilegal Asal China

Jadi apakah berita serbuan tenaga kerja asing asal china adalah Hoax? atau seperti disampaikan oleh Rocky Gerung bahwa  “Rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah menyatakan ada hoax. “Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky.

Rocky juga menilai pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong, seperti intelijen, data statistik, dan media. “Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” kata Rocky. Republika.co.id.

Ya apakah ini Pernyataan Hoax yang sebenarnya Hoax? Pernyataan yang Tidak Ilmiah atau tidak berdasarkan Data?  Anda semua yang menilai.