6 Saksi Akan Diperiksa Dalam Sidang Keenam Ahok

Sidang Kasus Penistaan Agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali digelar pada hari ini, Selasa (17/1/2017). Agenda Sidang hari ini adalah mendengarkan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saksi yang akan memberikan kesaksiannya pada sidang hari ini berjumlah 6 orang saksi dengan komposisi 4 orang saksi pelapor dan 2 orang saksi dari Polres Bogor.

Pembangilan 2 orang saksi dari Polres Bogor, merupakan keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terkait ketidaksesuaian data antara laporan dengan BAP yang dibuat atas nama saksi Willyudin.

Dalam BAP tersebut dicantumkan bahwa laporan saksi atas nama Willyudin soal kasus Ahok terjadi pada 6 September 2016 dan Locus Delictie (tempat kejadian) beradi di Tegallega, Bogor. Inilah yang menjadi pertanyaan Tim Kuasa Hukum Ahok.

Trimoelja Kuasa Hukum Ahok menjelaskan, dalam laporan itu dituliskan bahwa pidato Ahok yang dianggap menoda agama di Kepulauan Seribu terjadi pada 6 Sepetember 2016. Padahal, Ahok berkunjung ke Kepulauan Seribu pada tanggal 27 Sepetember 2016. Tak hanya itu, lokasi tempat kejadian perkaranya juga berbeda.

Baca Juga :   Sidang Ahok Kelima Hari Ini Kembali Mendengarkan Saksi-Saksi

Dalam laporan itu tertulis tempat kejadian perkara di Tegallega, Bogor, dan bukan di Kepulauan Seribu.

“Makanya dua anggota polisi itu dipanggil oleh majelis hakim untuk diklarifikasi,” kata dia, seperti dilansir kompas.com