Candi Prambanan Destinasi Wisata Sejarah Dan Budaya

Travelholic sekalian pasti sudah tidak asing dengan lokasi wisata yang akan di bahas kali ini. Kali ini kita akan membahas mengenai Candi Prambana yang berlokasi di Kecamatan Prambanan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta atau tepatnya di Jl. Jogja-Solo Km. 16 Prambanan, atau persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi yang dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang ini merupakan Candi Hindu terbesar yang berada di Indonesia serta tercatat dalam salah satu warisan dunia UNESCO. Candi Prambanan diperkirakan dibangun pada abat ke-9 Masehi. Candi Prambanan di bangun untuk persembahan kepada trimurti dalam agama hindu, yaitu tiga (3) dewa utama dalam agama hindu antara lain : Brahma sebagai Dewa Pencipta, Wishnu sebagai Dewa Pemelihara dan Siwa sebagai Dewa Pemusnah.

Candi_Prambanan
Sumber Gambar : how2becool.com

Kompleks Candi Prambanan teletak di Taman Wisata Prambanan yang pintu masuk menuju Candi Prambanan berada di Desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Taman wisata Prambanan dibuka pada Pukul 06:00 WIB sampai dengan 17:00 WIB. Harga Tiket masuk Candi Prambanan antara lain :

Baca Juga :   PT. PELNI Operasikan KM. Express Bahari 3B Ke Kepulauan Seribu

• Wisatawan domestik IDR 30.000,-
• wisatawan Asing USD 18,-
• Pelajar / Anak-anak IDR 12.500,-

Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini, dengan tiga candi utamanya dengan maksud memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.

Baca juga : Candi-Candi Menawan di Yogyakarta

Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini.

Baca Juga :   Candi Kalasan Yogyakarta

Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang saat ini juga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, makin ke dalam makin tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah, terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris oleh jalan penghubung antarpintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi, di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat, atau teras teratas, terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu luas denah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m. Hampir semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur. Yang tersisa hanya reruntuhannya saja.

Baca juga : Sejarah Dibangunannya Candi Prambanan Yogyakarta

Candi_Brahma
Sumber Gambar : ajimachmudi.wordpress.com

Candi Yang Berada Di Kompleks Candi Prambanan antara lain :
1. 3 Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma
2. 3 Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa
3. 2 Candi Apit: terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan
4. 4 Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti
5. 4 Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti
6. 224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *