Sang Terasing Masa Kini

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:“Sebab yang menjadikan generasi pertama (para sahabat) sebagai generasi terbaik adalah karena mereka ghuroba’ (orang-orang yang asing, minoritas) dalam keimanan mereka disebabkan banyaknya orang- orang kafir ketika itu, dan karena kesabaran mereka atas penderitaan yang mereka hadapi serta berpegang teguhnya mereka dengan agama.Beliau berkata lagi: Demikianlah generasi akhir mereka (umat Islam yang meneladani para sahabat di akhir zaman), apabila mereka menegakkan agama, berpegang teguh dengannya dan bersabar dalam ketaatan kepada Allah ketika kemaksiatan dan berbagai macam cobaan semakin merajalela, maka mereka juga termasuk ghuroba’ dan amalan mereka berlipat ganda di masa tersebut sebagaimana amalan generasi pertama juga berlipat ganda, [Fathul Bari, 7/9]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ «إِنَّ الدِّينَ بَدَأَ غَرِيبًا وَيَرْجِعُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِى مِنْ سُنَّتِى ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (melakukan ishlah) di saat manusia merusak sunnah-sunnah ku”, jawab Rasulullah(HR. AtTirmidzi)

Baca Juga :   Al-Ikhlas Surah Sepertiga Al-Quran

فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ :”الَّذِينَ يُصْلِحُونَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ
“Siapakah orang-orang yang terasing itu ya Rasulullah ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (amar ma’rur dan nahi munkar) di saat manusia dalam keadaan rusak”, jawab Rasulullah (HR. Thabrani)

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَبُو المُنْذِرِ الطُّفَاوِيُّ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِ قَالَ حَدَّثَنِي مُجَاهِدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammaad bin Abdurrahman Abu Al Mundzir At Thufawi dari Sulaiman Al A’masy dia berkata , telah menceritakan kepadaku Mujahid dari Abdullah bin Umar RA Dia berkata, “Rosullullah صلى الله عليه وسلم pernah memegang pundak ku dab bersabda: `Jadilah kamu di dunia ini seakan akan orang asing atau seorang pengembara`. Ibnu Umar juga berkata; Bila kamu berada di sore hari, maka jangan kamu menunggu datangnya pagi hari, dan bila kamu berada di pagi hari, maka jangan menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu”. (HR. Bukhari)

“Berbahagialah orang orang yang asing(Al Ghuroba), orang orang shalih yang berada di tengah orang orang yang berparangai buruk, Dan orang yang memusuhinya lebih banyak dari pada yang mengikuti mereka”
(HR. Ahmad)

Terasing adalah kata yang memiliki konotasi negatif, kata terasing sering kali dikaitkan dengan orang-orang yang terbuang. Terasing seringkali bermula dari komunitas yang tidak menginginkan mereka. Orang-orang terasing seringkali dikonotasikan sebagai orang-orang yang berpenyakit mematikan layaknya kusta yang dijauhi dan dikucilkan oleh masyarakatnya.

Baca Juga :   Al-Ikhlas Surah Sepertiga Al-Quran

Kita bisa melihat sirah Rasulullah SAW. bagaimana dia diasingkan karena membawa Islam dan menyebarkannya ditengah-tengah masyarakat Mekah, lalu apa sambutan masyarakat Mekah pada saat itu? ya mereka memusuhi Rasulullah SAW bahkan paman-pamannya menganngapnya gila.

Pada saat ini Islam merupakan agama terbesar didunia, dan Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk beragaman Islam terbesar di Dunia. Dan di Indonesia juga orang-orang yang menegakkan Amal Ma’rum Nahi Mungkar dianggap teroris dan anarkis. Orang yang memerintahkan wanita untuk menutup aurat dianggap sebagai pelanggar HAM. Orang Asing masa kini adalah bukan karena mereka minoritas, tapi karena mereka berbeda dengan sebagian masyarakat saat ini. Dikala maksiat dan kezaliman merajalela, orang asing, adalah orang yang menjauhi maksiat tersebut, dia fayughoyyirhu biyadihi, jika itu tidak mampu dilakukan  fa bilisanihi, dan terakhir fa biqolbihi.

Maka Berbahagialah orang-orang yang asing, bukan karena keterasingannya, tapi karena komitmenya terhadap Aqidahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *