Sidang Penistaan Agama, Jaksa Minta Hakim Menolak Eksepsi Ahok

Setelah Sidang Perdana Penistaan Agama pada Selasa (13/12/16), Ahok kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok tiba di ruang sidang Koesoemah Atmadja Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, di eks Gedung PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada hari ini Selasa (20/12/2016) pukul 08.58 WIB. Ia mengenakan batik berwarna cokelat.

Jika disidang sebelumnya berisi pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum dan pembacaan eksepsi oleh tersangka. Pada sindang kedua ini Jaksa penuntut umum berpendapat bahwa keberatan (Eksepsi) yang dibacakan pada sidang sebelumnya tidak tepat sehingga Jaksa Penuntut Umum meminta hakim untuk mengabaikannya.

Baca Juga : Ahok Jalani Sidang Perdana Penistaan Agama

Berikut tanggapat Jaksa Penuntut Umum terkait keberatan tersangka :

  1. Jaksa menilai ada tidaknya niat seseorang menodakan agama, tidak hanya dilihat dari niat dan pernyataan saja tapi dilihat dari ‘rangkaian keterhubungan dari rangkaian peristiwa.’
  2. Mengomentari isi buku yang dikutip Ahok, jaksa mengatakan isi buku itulah yang justru bisa menimbulkan perpecahan. Ahok disebut “merasa paling benar” karena semua kandidat harus sesuai dengan gaya dirinya berkompetisi yaitu “adu program.”
  3. Jaksa menilai semua kebijakan ‘pro-Islam’ yang disebut Ahok dalam eksepsinya adalah wajar dalam kapasitasnya sebagai gubernur dan tidak bisa dijadikan pembenaran.
  4. Terkait adanya dugaan pelanggaran HAM dalam proses hukum Ahok yang disampaikan kuasa hukumnya dalam sidang yang lalu, jaksa mengatakan proses sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jika ada pelanggaran, harusnya diajukan dalam praperadilan.
Baca Juga :   Ahok Jalani Sidang Perdana Penistaan Agama

Baca Juga : Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama Oleh Ahok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *