PP Al-Anwar Rembang Berlepas Diri Dari Keputusan GP Ansor Dalam Memilih Pemimpin Non Muslim

Dalam Nahdlatul Ulama (NU), yang berkompeten dalam membahas persoalan fiqih adalah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU). Sedangkan GP Ansor dan Banser tidak memiliki kompetensi dalam membahas hal tersebut.

“Di NU, yang ahli membahas persoalan fiqih itu LBM. Kalau Anshor atau Banser, mereka tak kompeten di bidang itu. Tak membidangi,” tegas Achyat di akun Twitter @AchyatAhmad.

Penegasan itu disampaikan pengasuh Ponpes Sidogiri Ustadz Achyat Ahmad, menyikapi keputusan hasil Halaqoh Bahsul Masail Pimpinan Pusat GP. Ansor di Jakarta (11-12/03) tentang kepemimpinan Non-Muslim. Sebelumnya, Pengurus Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah juga telah mengambil sikap soal keputusan seratus kiai muda NU yang membolehkan memilih pemimpin non Muslim.

“Kami lepas diri (baro’ah) dan tidak bertanggung jawab dunia dan akhirat atas keputusan Halaqoh Bahsul Masail tersebut yang memperbolehkan kepemimpinan Non-Muslim (kafir) serta mengesahkannya secara konstitusi dan agama,” demikian butir pertama sikap resmi PP Al Anwar.

Pernyataan Resmi PP. Al- Anwar I Terkait Hasil Halaqoh Bahsul Masail Pimpinan Pusat GP. Ansor

بسم الله الرحمـــــــن الرحيم

Baca Juga :   Istighosah Bersama Ahok Di Menteng, Tidak Terkait PWNU DKI Jakarta

PERNYATAAN
Pondok Pesantren Al-Anwar I
Karangmangu Sarang Rembang Jawa Tengah

Kami atas nama Kepengurusan Pondok Pesantren Al-Anwar I menyikapi hasil Halaqoh Bahsul Masail Pimpinan Pusat GP. Ansor di Jakarta, Sabtu-Ahad 12-13 Jumadil Akhir 1438 H./ 11-12 Maret 2017 M. tentang kepemimpinan Non-Muslim (Kafir), dengan ini kami menyatakan bahwa:

1. Kami lepas diri (baro’ah) dan tidak bertanggung jawab dunia dan akhirat atas keputusan Halaqoh Bahsul Masail tersebut yang memperbolehkan kepemimpinan Non-Muslim (kafir) serta mengesahkannya secara konstitusi dan agama.

2. Keputusan tersebut tidak berkaitan dengan institusi ataupun kelembagaan Pondok Pesantren Al Anwar I, melainkan dilakukan oleh oknum individu.

3. Kami selamanya berpegang teguh pada dawuh Syaikhina Muhammad Najih yang mengharamkan kepemimpinan Non-Muslim (kafir) secara mutlak, baik kafir dzimmi, harbi terlebih yang telah melakukan penistaan Al-Qur’an, menista Allah subhaanahu wa ta’alaa dan Rasul-Nya serta menista dan merendahkan para Ulama.

Sekian.

Sarang, 14 J. Akhir 1438 H.

13 Maret 2017 M.

Pengurus Al-Anwar I

Pernyataan Resmi PP Al-Anwar, Rembang

Sumber : intelejen.co.id & ppalanwar.com

Baca Juga :   Sidang Ahok Hari ini, Ketua MUI dan Komisioner KPU Jakarta Bersaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *