Kronologis Aksi Damai 4 November 2016

Aksi damai yang dilakukan oleh ratusan ribu umat islam pada 4 November 2016 berlangsung damai dan sesuai dengan koridor atau aturan yang ada. Pihak GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia) juga menyatakan bahwa aksi yang dilakukan sebenarnya tidak melanggar Peraturan Kapolri mengenai batas waktu penyampaian pendapat di muka umum, yaitu pada pukul 18:00 WIB.

Massa yang masih berdiam diri di depan Istana Negara, karena pada saat itu perwakilan GNPF-MUI masih bernegosiasi dan diterima oleh Menteri Koordinator Bidan Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Namun, perwakilan GNPF-MUI menolak bertemu dengan perwakilan pemerintah, pihak GNPF-MUI hanya ingin bertemu dengan presiden langsung. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi Kedatangan mereka untuk menemui Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wakil Presiden  RI. Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wakil Presiden RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari itu juga

Baca Juga :   Pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian Akan Proses Penistaan Agama Paling Lambat 2 Minggu

Baca Juga : Pernyataan Presiden Joko Widodo Terkait Aksi Damai Umat Islam 4 Nov 2016

Perwakilan GNPF-MUI pada 4 November akhirnya mau bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah menolak ditemui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Pertemuan berlangsung di kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Negara di jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada pukul 17.40 WIB.

Untuk ketiga kalinya, Juru Runding mendatangi istana bersama anggota lainnya, KH. Misbahul Anam. Dalam perundingan yang berlangsung alot itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memberikan jaminan akan memproses hukum Ahok secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu dua minggu untuk merealisasikannya. Setelah itu, Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan yang baru selesai pukul 18.00 WIB. Namun massa tidak bisa menerima hasil tersebut ddan sepakat untuk bermalam di depan istana negara. “Akhirnya Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI,” ujar Bachtiar.

Tak lama setelah adzan isya berkumandang, petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. “Arifin llham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut,” ujar Bachtiar. berkali-kali Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas

Baca Juga :   Aksi Damai 4 November 2016 Menuntut Penista Agama "Ahok" di Tangkap

Baca Juga : Aksi Damai 4 November 2016 Menuntut Penista Agama “Ahok” di Tangkap