Banjir Bandang Bima NTB Sudah Surut Tapi Masa Tanggap Darurat Di Perpanjang

Banjir bandang yang melanda Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat Kota Bima seperti kota mati. Pasalnya akibat bencana alam itu, ribuan rumah terendam banjir dan penerbangan ditunda. Banjir bandang yang terjadi di Bima dimulai saat hujan deras terus menerus yang terjadi secara merata, Rabu (21/12/2016).

“Di Kota Bima, setidaknya lima kecamatan terendam banjir setinggi 1-2 meter. Meliputi Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Punda. Kemudian juga merendam lima kecamatan lainnya setinggi dua meter. Masing-masing wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e. Masyarakat dievakuasi, tahanan di LP Kota Bima juga dievakuasi karena terendam banjir,” ucap Sutopo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Muhammad Rum mengungkapkan kondisi kota Bima lumpuh total meski banjir sudah berangsur-angsur surut. “Secara umum kota Bima lumpuh total. Perkantoran, sekolah, dan perdagangan tidak bisa berjalan,” kata Muhammad Rum melalui pesan singkat di Mataram, Kamis (22/12/2016), seperti dilansir dari Antara.

Pemerintah memutuskan masa tanggap darurat akibat banjir bandang yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, diperpanjang sampai 12 Januari 2017.
“Sesuai dengan kesepakatan di forum rapat, tanggap darurat diperpanjang satu minggu lagi atau sampai 12 Januari,” kata pelaksana tugas (Plt) Kabag Humas dan Protokol Setda Pemerintah Kota Bima, Syahrial Nuryadin, Rabu (4/1/2017).

Baca Juga :   Hindari Jalan ini pada 4 November 2016 dan Jalan Alternatifnya

Syahrial menjelaskan, ada beberapa alasan masa tanggap darurat diperpanjang, salah satunya ada beberapa cluster yang masih membutuhkan perhatian dan penanganan, seperti masalah kebersihan, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan logistik. ”Ada beberapa cluster yang sepenuhnya belum tuntas, sehingga pemerintah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat,” tuturnya.

Di cluster pendidikan, ucap Syahrial, masih ada siswa yang belum bisa mengikuti pelajaran, akibat hujan deras pada Senin, 2 Januari 2017, kembali menyebabkan banjir di beberapa kawasan. “Ada pelajar yang kembali terkena dampak, sehingga sedikit mengganggu kelancaran mereka mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM),” dia menerangkan.