Ahok Belum Berencana Minta Maaf Secara Langsung Kepada KH. Ma’ruf Amin

“Saya meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau,” kata Ahok dalam keterangan tertulis, Rabu,(1/1/2017). Ahok mengatakan dia menghormati Ma’ruf sebagai sesepuh NU atau Nahdlatul Ulama.

 

Berikut Isi Pernyataan tertulis minta maaf ahok  :

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU

Bahwa saya ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan, saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya. Untuk itu saya ingin menyampaikan klarifikasi beberapa hal di bawah ini:

1. Saya memastikan bahwa saya tidak akan melaporkan KH Ma’ruf Amin ke polisi, kalau pun ada saksi yang dilaporkan mereka adalah saksi pelapor, sedangkan Kyai Ma’ruf bukan saksi pelapor, beliau seperti saksi dari KPUD yang tidak mungkin dilaporkan.

2. Saya meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti.

3. Terkait informasi telepon Bapak SBY ke Kiai Ma’ruf tanggal 7 Oktober adalah urusan Penasihat Hukum saya. Saya hanya disodorkan berita liputan6.com tanggal 7 Oktober, bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Ma’ruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada Penasihat Hukum saya.

Demikian Klarifikasi saya sampaikan, saya berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persoalan dan saya juga berharap agar pihak -pihak lainnya tidak memperkeruh suasana.

Jakarta 1 Februari 2017

Basuki Tjahaja Purnama

Ahok Belum Rencanakan Minta Maaf Langsung ke KH. Ma’ruf Amin

Baca Juga :   Press Release Aksi Bela Rakyat 121, Mahasiswa Tidak Puas

Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama belum merencanakan menemui langsung Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kiai Haji Ma’ruf Amin untuk menyampaikan permintaan maaf. Menurut Ahok, sapaan akrab Basuki, hingga saat ini, permintaan maafnya karena dianggap memojokkan ulama itu saat menjadi saksi di persidangan dirinya di Kementerian Pertanian pada Selasa kemarin, (31/1/2017) baru ia sampaikan melalui media dan pernyataan resmi lewat sebuah rekaman video.

“Kalau ketemu, saya enggak tahu itu waktunya kapan,” ujar Ahok, ditemui usai bertandang ke kediaman Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Oesman Sapta Odang di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Februari 2017.

Ahok, kembali menegaskan baik dirinya maupun tim kuasa hukum tidak bermaksud menekan, memojokkan, atau menyinggung Ma’ruf, Ketua MUI yang juga ulama yang disegani, dalam persidangan kemarin. Dalam persidangan kemarin, tim kuasa hukum bertindak sebagai pembela Ahok sementara Ma’ruf adalah saksi yang didatangkan jaksa penuntut umum. seperti dilansir viva

Yang menjadi pertanyaan masyarakat khususnya umat muslim saat ini, kenapa permintaan maaf disampaikan melalui tulisan dan Video? padahal ancaman dan tudingan yang dialamatkan kepada KH. Ma’ruf Amin dilakuan secara langsung didepan khalayak ramai dipersidangan. Sebagai bangsa berbudaya seharusnya Ahok segera menemui KH. Ma’ruf Amin secara langsung, bukan melalui tulisan maupun video. Dan sangat disayangkan dibandingkan meminta maaf segera secara langsung kepada KH. Ma’ruf Amin, Ahok malah lebih menyempatkan waktunya bertemu Ketua Umum Parta Hanura, Oesman Sapta Odang di Kediamannya pada Rabu Kemarin (1/2/17).

Baca Juga :   KH Said Aqil Siradj : Ahok Rugi, Warga NU DKI Tidak Akan Pilih Dia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *